Saturday, September 25, 2004

Dunia Lain

Bismillahi ta’ala
Allahumma Shalli ‘ala Muhammadin wa Alihi

Saudaraku semua,

Pernah nonton acara Dunia Lain di Trans TV ? atau mungkin Kismis ? atau acara lainnya yang hampir ada di semua channel TV Indonesia dan kelihatannya punya rating yang semakin menjanjikan.

Semalam saya menyaksikan acara Dunia Lain itu. Seperti sebelum-sebelumnya acara ini nyaris tidak menarik perhatian saya kecuali keinginan menyaksikan dan melihat adanya ‘penampakan-penampakan’ yang dilihat dan diceritakan oleh obyektor-obyektor yang menjadi peserta acara tersebut.

Tapi malam ini lain. Malam ini pesertanya adalah seorang wanita yang masih muda. Ia kemudian ditempatkan disebuah rumah tua yang katanya banyak ‘penunggunya’. Di menit2 awal penantiannya sepertinya tidak bakal terjadi apa-apa. Tapi mendekati tengah malam. Ia didera ketakutan yang amat sangat. Beberapa buah bunyi, diantaranya batu kerikil yang jatuh, longsoran pasir, suara kucing dan desahan (mirip-mirip katanya) yang seperti memanggil-manggilnya….membuatnya ketakutan, membaca beberapa ayat suci dan berdzikir. Mungkin dengan maksud ‘mengusir’ gangguan itu ataupun menenangkan dirinya. Tapi dari yang saya lihat, wanita itu sangat ketakutan dan akhirnya terganggu kesadaran emosionalnya tatkala Crew TV datang untuk menenangkannya…………..

Terus terang saya takut sekali setelah itu,bagaimana dengan saya? Mungkin saya akan berani bila diberi tantangan untuk menginap di tempat yang angker sampai subuh…mungkin. Tapi yang membayangi saya sekarang adalah, apakah saya berani nanti bila pada suatu saat, tubuh saya menjadi kaku tak dapat bergerak dan kemudian dimasukkan kesebuah lubang yang sempit dan gelap? Bagaimana bila hal itu terjadi nanti?

Suatu hal yang pasti adalah hal itu akan terjadi cepat atau lambat! Hal itu adalah sebuah keniscayaan dan saya akan mengalaminya. Jika dalam acara Dunia Lain saya hanya harus menunggu dari jam 22.00 atau 23-.00 malam hingga waktu subuh dan itupun dengan ketakutan yang mungkin sekali datang, maka yang ini adalah penantian yang tidak terbatas dan tidak terjamah oleh hitungan waktu dunia!

Jika dalam acara Dunia Lain, Sang ‘Pengganggu’ itu bisa saja tidak datang, maka yang ini pasti datang dan bahkan mereka akan datang sebelum kaki terakhir di atas kita berjejak pulang meninggalkan kita lalu menanyakan pada kita berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh kemampuan akal tapi dengan kebeningan hati! Dan bila pertanyaan itu tidak terjawab, apa yang akan terjadi? Ini semakin menakutkan saya……!

Jika dalam acara Dunia Lain, saya akan paling tidak merasa aman karena adanya kamera ditiap sudut strategis yang dalam waktu cepat kita bisa memanggil crew TV untuk datang dan menenangkan kerisauan saya, maka yang ini adalah penantian di mana belum tentu akan ada pertolongan……

Jika dalam acara itu, saya paling hanya memerlukan pakaian normal dan juga jaket untuk mengusir dingin dan itu cuman untuk semalam kurang, maka yang ini adalah pakaian yang cuma beberapa lembar untuk dipakai seterusnya menghadapi himpitan tanah, geliat cacing dan bakteri serta panas dari api abadi…..

Jika pada acara itu saya berfikir bahwa setelah ini saya akan tenang kembali dan sebentar lagi akan pulang bertemu dengan keluarga, teman dan orang-orang yang saya sayangi, maka saya yakin bahwa yang satu ini memastikan bahwa saya akan terus sendiri tanpa ditemani satupun dari mereka!

Saya mencoba membayangkannya dan menemukan ketakutan yang amat sangat didalamnya. Saya mungkin bisa saja mencoba menguatkan hati dan diri saya dengan berfikir bahwa Tuhan sangat menyayangi saya dan saya akan selamat. Tapi dengan apakah saya bisa memastikannya?

Saya mungkin sudah membaca beberapa buku, mendengar ceramah atau nasehat dan mungkin juga sudah pernah mengajari orang lain mengenai beberapa hal. Mungkin juga saya sudah belajar banyak ilmu, entah itu akhlak, fikih, filsafat atau apa saja dan mungkin hasil dari ‘bacaan’ itu sudah saya praktekkan ke tataran horizontal dan vertikal. Tapi tetap saja saya tidak bisa membayangkan kepastian apa yang akan terjadi pada saat itu..!! Saya tidak punya kemampuan untuk memprediksikan saya akan diapakan dan dibagaimanakan !! Saya tidak punya kemampuan untuk mengetahui sampai kapan saya akan berada di lubang sempit itu dan sayangnya saya juga tidak tahu seperti apa gelap, sempit dan sepinya di dalam sana. Tapi yang menyebabk! an ketakutan saya yang amat sangat adalah : saya sudah merasa pasti bahwa saya niscaya tidak akan kuat menanggungnya…!!!!!!!

Mudah2an saya dianugerahi sedikit kemampuan untuk selalu mengingat ini, mungkin saya tahu apa yang harus saya perbuat untuk mempersiapkan segala sesuatunya bila saat itu tiba nanti. Tapi sekali lagi….SAYA TIDAK AKAN TAHU APA YANG AKAN TERJADI NANTI DI BAWAH SANA DAN SAYA TETAP KETAKUTAN..!!!!!

Cuma satu hal yang mampu menolong saya di bawah sana, tak ada lagi yang lain…………….

Doa si pendosa


Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih dan Maha Sayang
Limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad......
Wahai yang Maha Melihat
Wahai yang menciptakan pengetahuan
Wahai yang mengawasi
Wahai Engkau yang mendampingi para pengawas dan meliputi apa yang terlewatkan.

Wahai yang menembus segala hijab
Wahai yang melihat kegelapan dengan cahaya-NYA yang terang
Wahai yang selalu menemani
Wahai yang senantiasa berada di setiap keberadaan

Wahai yang mendengar biji berpecahan dan embun bersentuhan
Wahai yang mendengar semut berjalan
Wahai yang mendengar setiap detakan
Wahai yang mendengar darah mengalir

Aku tak pernah tak berada di lingkar-MU
Pengawasan-MU tak akan hilang padaku
Segala sesuatuku terdengar oleh-MU
Detak hati dan jantungku terdengar jauh dari garis paling luar pengetahuan-MU

Dosaku tercatat oleh Malaikat-MU,
terpantau oleh para Kekasih-MU
terlihat oleh para makhluk-MU
lalu bagaimanakah dengan-MU?

Wahai Tuhanku, janganlah hilangkan ingatanku terhadap dosa-dosaku.
Terangkanlah hatiku, seperti terangnya Matahari tapi sertakanlah ingatanku terhadap dosa-dosaku seperti bayangan yang timbul di terang hari pengampunan-MU.

Senantiasa gerakkanlah air mataku mengalir karena dosaku
Jadikanlah kesedihanku karena dosaku
Tetapkanlah setiap hari dimulai karena kenangan atas dosaku
Tampakkanlah setiap tempat mengingatknku akan kejahilanku

Jadikanlah kenangan itu sebagai penghalang keujubanku
perampas ketakaburan dan rasa puas
penghapus iri dan dengki
dan tembok tebal bagi kemaksiatan dan kecurangan

Ciptakanlah kedermawanan dan pertolongan karena mengingat-nya
rendah hati dan penerimaan pada manusia
cinta dan kelapangan kepada makhluk-MU
do'a dan munajat kepada-MU
Senantiasa sertailah diriku oleh-MU
Wahai Yang Maha Penyabar
Aku lemah dan berat karena dosa2ku,
Sementara Engkau Maha Menguatkan dan Mengasihi
Ampunilah aku Wahai Yang Maha Mulya
Dengarkanlah seruan dan rintihanku
Sampaikan salam dan rasa maluku pada kekasih-MU Muhammad SAWW dan keluarga beliau yang suci...
Taburilah shalawat dan salam kepada beliau dan juga kepada keluarga beliau, shalawat dan salam yang hanya pantas diperuntukkan bagi kekasih-MU yang terjauhkan dari dosa
Wahai Yang Mengasihi dari yang paling Pengasih.............