<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8091774</id><updated>2011-04-21T21:45:10.852-07:00</updated><title type='text'>wind blows lover</title><subtitle type='html'>puncak adalah kedermawanan, karenanyalah ilmu dan hujan diturunkan. Sifatnya selalu memberi, tak mengenal atas dan bawah, materinya ke segala arah dan bentuk. Kekhususan waktu bahkan menambah keberadaannya. Tak pernah orang melihat kecuali mengharapkannya. Setiap entitas mendambakannya....</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://mulyawan.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyawan.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Mulyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05727032271688350107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1NlNFpc_vsI/SJ-29uMNYDI/AAAAAAAAAAU/_RfyHSVruRg/s1600-R/CIMG0070.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>5</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8091774.post-1466593579580153325</id><published>2008-08-10T18:52:00.001-07:00</published><updated>2008-08-10T21:18:27.642-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>DOA MEMPEROLEH HATI YANG KHUSYU&lt;br /&gt;KH. Jalaluddin Rakhmat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah,&lt;br /&gt;Janganlah Engkau putuskan dariku kebaikan-Mu, ampunan-Mu, dan kasih sayang-Mu.&lt;br /&gt;Wahai Zat, yang kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku, anugrahkan kepadaku hati yang khusyu dan keyakinan yang tulus&lt;br /&gt;Jangan Kau buat aku lupa untuk berzikir kepada-Mu&lt;br /&gt;Jangan Kau biarkan aku dikuasai oleh selain-Mu&lt;br /&gt;Jadilah Engkau sahabat pada saat-saat kesepianku&lt;br /&gt;Jadilah Engkau benteng pada saat-saat ketakutanku&lt;br /&gt;Selamatkan aku dari segala bencana dan kesalahan&lt;br /&gt;Lindungilah aku dari segala ketergelinciran&lt;br /&gt;Jagalah aku dari datangnya ancaman&lt;br /&gt;Palingkanlah dari diriku pedihnya azab-Mu dan muliakanlah aku dengan memeliharakitab suci-Mu yang mulia dan bereskanlah bagiku agamaku, duniaku, dan akhiratku&lt;br /&gt;Semoga shalawat dan salam disampaikan kepada Muhammad saw dan keluarganya yang suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Doa di atas adalah salah satu dari kumpulan doa yang disampaikan oleh Imam Ali kw. Saya mengambilnya dari sebuah buku berjudul Ad’iyatul Imam Ali, doa-doa Imam Ali. Salah satu kelebihan mazhab Ahlul Bait dibandingkan dengan mazhab-mazhab yang lain adalah perbendaharaan doa-nya. Selain panjang, doa-doa Ahlul Bait disusun dengan bahasa yang sangat indah. Karena itu, seharusnya para pengikut Ahlul Bait paling tidak hapal satu dari doa-doa yang panjang itu. Kita dapat mengambil salah satu dari doa itu dan menjadikannya sebagai wirid kita.&lt;br /&gt;Kita telah mengenal doa-doa dari Imam Ali Zainal Abidin yang disebut dengan Shahîfah Sajjâdiyah. Kemudian kita kenal juga doa-doa dari Imam Ja’far Al-Shadiq yang dikenal dengan nama Shahîfah Sâdiqiyyah. Ada pula doa-doa dari Sayyidah Fathimah as yang disebut dengan Shahîfah Al-Zahra. Doa yang akan dibahas kali ini saya ambil dari Shahîfah ‘Alâwiyah, kumpulan doa Imam Ali kw.&lt;br /&gt;Karena doa ini panjang, saya akan membahas beberapa bagian dari doa ini saja.&lt;br /&gt;Inilah awal dari doa tersebut:&lt;br /&gt;Ya Allah, janganlah Engkau putuskan dariku kebaikan-Mu, ampunan-Mu, dan kasih sayang-Mu. Wahai Zat yang kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang hari kita memperoleh kebaikan Allah terus menerus. Kesehatan, misalnya. Bila kita sakit, itu artinya kebaikan Allah yang berupa kesehatan itu terputus. Kita mulai doa ini dengan rasa takut akan diambil-nya karunia Allah dari kita. Allah tidak pernah mengambil seluruh anugrah-Nya. Dia hanya memutuskan sebagian saja kebaikannya sebagai peringatan kepada kita.&lt;br /&gt;Dalam doa tersebut, kita menyeru Tuhan yang kasih sayang-Nya meliputi segala sesuatu. Seperti juga disebutkan dalam Doa Kumail, Allah adalah Sarî’ar ridhâ, Yang paling cepat rida-Nya. Tuhan murka melihat kemak-siatan kita, tetapi dia lebih cepat rida akan kita. Dalam sebuah hadis Qudsi, Allah swt berfirman, “Aku sudah marah melihat kemaksiatan penduduk bumi ini. Aku akan hancurkan bumi ini. Tapi aku melihat masih ada bayi-bayi yang menetek kepada susu ibunya. Aku masih melihat orang-orang tua yang sujud dan ruku kepadaku. Berhentilah kemurkaanku.”&lt;br /&gt;Kasih sayang Tuhan meliputi segala sesuatu. Karena itu di dalam mazhab Ahlul Bait, kita tidak boleh bersandar sepenuhnya kepada amal kita. Amal-amal kita tidak akan cukup untuk memperoleh kasih sayang Allah swt. Amal yang kita lakukan terlalu sedikit. Maksiat kita mungkin jumlahnya jauh lebih besar. Kita harus bersandar pada ampunan Allah. Amal kita ini, selain sedikit jumlahnya dan rendah kualitasnya, juga digerogoti oleh keburukan-keburukan kita.&lt;br /&gt;Karena sedikitnya amal-amal manusia dibandingkan kemaksiatannya, ketika meng-hadapi orang yang meninggal, kita tidak dianjurkan untuk berdoa, “Ya Allah, berilah balasan yang setimpal dengan amal perbuatan-nya.” Melainkan kita dianjurkan berdoa, “Ya Allah, jenazah yang terbujur di hadapan-Mu ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu juga. Dia sudah datang menemui-Mu dan Engkaulah yang paling baik ditemuinya. Jika dia orang yang banyak berbuat baik, lipat gandakan pahala kebaikannya. Dan jika dia orang yang pernah berbuat salah, maafkanlah segala kesalahannya.”&lt;br /&gt;Selanjutnya dalam doa Imam Ali kw di atas disebutkan: Wahai Tuhanku, anugrahkan kepadaku hati yang khusyu dan keyakinan yang tulus. Kita meminta kepada Allah agar dikaruniai hati yang khusyu.&lt;br /&gt;Kata khusyu berasal dari kata khasya’a yang artinya takut. Seperti disebutkan dalam ayat Al-Quran: Wujûhun yaumaizin khâsyi’ah. Wajah-wajah pada hari itu ketakutan. (QS. Al-Ghasyiyah 2) Khâsyi’an berarti hati yang dipenuhi rasa takut; takut akan Allah swt dan takut bila masa hidupnya takkan sempat untuk mengumpulkan bekal buat hari akhir.&lt;br /&gt;Dalam kitab Ihyâ Ulumuddîn, Imam Ghazali menurunkan kisah-kisah tentang orang yang khusyu. Di antaranya adalah tentang kekhusyuan Imam Ali Zainal Abidin as. Diriwayatkan ketika Imam berwudlu hendak salat, tubuhnya selalu bergetar. Orang-orang bertanya, “Mengapa tubuhmu bergetar seperti itu?” Imam menjawab, “Engkau tidak tahu di hadapan siapa sebentar lagi aku akan berdiri.” Hatinya dipenuhi rasa takut luar biasa karena ia akan menemui Allah swt di dalam salatnya. Wajahnya menjadi pucat pasi dan hatinya berguncang keras.&lt;br /&gt;Dalam kitab Futûhatul Makiyyah, karya Ibnu Arabi, juga diceritakan kisah-kisah tentang orang yang khusyu. Salah satunya adalah kisah tentang seorang pemuda belia yang mempelajari tasawuf kepada gurunya. Pada suatu pagi, pemuda itu menemui gurunya dalam keadaan pucat pasi. Anak muda itu berkata, “Semalam, aku khatamkan Al-Quran dalam salat malamku.” Gurunya berkata, “Bagus. Kalau begitu, aku sarankan nanti malam bacalah Al-Quran dan hadirkan seakan-akan aku berada di hadapanmu dan men-dengarkan bacaanmu.” Esok harinya, pemuda itu mengeluh, “Ya Ustadz, tadi malam saya tidak sanggup menyelesaikan Al-Quran lebih dari setengahnya.” Gurunya menjawab, “Kalau begitu, nanti malam bacalah Al-Quran dan hadirkan di hadapanmu para sahabat Nabi yang mendengarkan Al-Quran itu langsung dari Rasulullah saw.” Keesokan harinya, pemuda itu berkata, “Ya Ustadz, semalam aku tak bisa menyelesaikan sepertiga dari Al-Quran itu.” “Nanti malam,” kata gurunya, “bacalah Al-Quran dengan menghadirkan Rasulullah saw di hadapanmu, yang kepadanya Al-Quran itu turun.” Esok paginya pemuda itu bercerita, “Tadi malam aku hanya bisa menyelesaikan Al-Quran itu satu juz saja. Itu pun dengan susah payah.” Sang guru kembali berkata, “Nanti malam, bacalah Al-Quran itu dengan meng-hadirkan Jibril, yang diutus Tuhan untuk menyampaikan Al-Quran kepada Rasulullah saw.” Esoknya, pemuda itu bercerita bahwa ia tak sanggup menyelesaikan satu juz Al-Quran. Gurunya lalu berkata, “Nanti bila engkau membaca Al-Quran, hadirkan Allah swt di hadapanmu. Karena sebetulnya yang men-dengarkan bacaan Al-Quran itu adalah Allah swt. Dialah yang menurunkan bacaan itu kepadamu.” Esok harinya, pemuda itu jatuh sakit. Ketika gurunya bertanya, “Apa yang terjadi?” Anak muda itu menjawab, “Aku tak bisa menyelesaikan hatta Al-Fatihah sekalipun. Ketika hendak kuucapkan iyyâka na’budu wa iyyâka nasta’în, lidahku tak sanggup. Karena aku tahu hatiku tengah berdusta. Dalam mulut, kuucapkan: Tuhan, kepadamu aku beribadat, tapi dalam hatiku aku tahu aku sering memperhatikan selain Dia. Ucapan itu tidak mau keluar dari lidahku. Sampai terbit fajar, aku tak bisa menyelesaikan iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. ” Tiga hari kemudian, anak muda itu meninggal dunia.&lt;br /&gt;Sebetulnya yang diceritakan guru itu kepada muridnya adalah cara memperoleh hati yang khusyu. Hati yang khusyu adalah hati yang sanggup menghadirkan Allah swt di hadapan kita. Hal itu membutuhkan riyadhah-riyadhah terlebih dahulu. Sekarang kita paham mengapa dalam tarekat, kita harus menghadir-kan guru di dalam doa-doa kita. Hal itu sebenarnya adalah suatu latihan. Sulit bagi kita untuk menghadirkan Allah swt sekaligus, kita mulai dengan menghadirkan guru kita terlebih dahulu.&lt;br /&gt;Kekhusyuan sering kali datang ketika kita digoncangkan kesulitan hidup. Penderitaan itu bagus karena membuat hati kita lebih khusyu dalam beribadah kepada Allah swt. Orang yang jarang menderita akan sulit memperoleh kekhusyuan. Kesenangan membuat hati kita keras seperti batu.&lt;br /&gt;Salah satu indikator kekhusyuan adalah tangisan. Walaupun tidak semua yang menangis itu karena khusyu. Anak-anak, misalnya, menangis bukan karena khusyu, melainkan karena dijewer oleh orang tuanya. Kita pun boleh menangis dengan tangisan karena jeweran. Tuhan ‘menjewer’ kita dengan penderitaan hidup. Kita lalu menangis, kita adukan penderitaan kita kepada Allah swt. Pada perkembangannya, tangisan itu lalu berproses; dari tangisan anak kecil menjadi tangisan karena kekhusyuan.&lt;br /&gt;Penderitaan itu berguna untuk melembutkan hati kita. Seperti bunyi salah satu puisi Rumi:&lt;br /&gt;Bunga-bunga mawar di taman takkan pernah merekah&lt;br /&gt;Sebelum langit menurunkan air matanya&lt;br /&gt;Bayi-bayi itu takkan pernah diberi susu&lt;br /&gt;Sebelum mereka menangis terlebih dahuluMaka menangislah kamu&lt;br /&gt;Supaya Sang Perawat Agung datang memberikan padamu&lt;br /&gt;Limpahan susu kasih sayang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menderita dan menangis itu perlu. Itulah sebabnya mengapa kaum muslimin sekarang di seluruh dunia, seperti di Aceh, Ambon, Kosovo, dan Chechnya, sedang menderita. Derita itu dimaksudkan supaya mereka bisa meraih lagi kekhusyuan yang hilang. []&lt;br /&gt;Suatu hari Rasulullah saw masuk ke rumah Sayyidah Fathimah as. Ketika itu, Fathimah sudah berbaring untuk tidur. Rasulullah saw lalu berkata, “Wahai Fathimah, lâ tanâmi. Janganlah engkau tidur sebelum engkau lakukan empat hal; mengkhatam Al-Quran, memperoleh syafaat dari para nabi, membuat hati kaum mukminin dan mukminat senang dan rida kepadamu, serta melakukan haji dan umrah.”&lt;br /&gt;Fathimah bertanya, “Bagaimana mungkin aku melakukan itu semua sebelum tidur?” Rasulullah saw menjawab, “Sebelum tidur, bacalah oleh kamu Qul huwallâhu ahad tiga kali. Itu sama nilainya dengan mengkhatam Al-Quran.” Yang dimaksud dengan Qul huwallâhu ahad adalah seluruh surat Al-Ikhlas, bukan ayat pertamanya saja. Dalam banyak hadis, seringkali suatu surat disebut dengan ayat pertamanya. Misalnya surat Al-Insyirah yang sering disebut dengan surat Alam nasyrah.&lt;br /&gt;Rasulullah saw melanjutkan ucapan-nya, “Kemudian supaya engkau mendapat syafaat dariku dan para nabi sebelumku, baca-lah shalawat: Allâhumma shalli ‘alâ Muhammad wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ shalayta ‘alâ Ibrâhim wa ‘alâ âli Ibrâhim. Allâhumma bârik ‘alâ Muhammad wa ‘alâ âli Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ Ibrâhim wa ‘alâ âli Ibrâhim fil ‘âlamina innaka hamîdun majîd.&lt;br /&gt;“Kemudian supaya kamu memperoleh rasa rida dari kaum mukminin dan mukminat, supaya kamu disenangi oleh mereka, dan supaya kamu juga rida kepada mereka, bacalah istighfar bagi dirimu, orang tuamu, dan seluruh kaum mukminin dan mukminat.”&lt;br /&gt;Tidak disebutkan dalam hadis itu istighfar seperti apa yang harus dibaca. Yang jelas, dalam istighfar itu kita mohonkan ampunan bagi orang-orang lain selain diri kita sendiri. Untuk apa kita memohon ampunan bagi orang lain? Agar kita tidur dengan membawa hati yang bersih, tidak membawa kebencian atau kejengkelan kepada sesama kaum muslimin. Kita mohonkan ampunan kepada Allah untuk semua orang yang pernah berbuat salah terhadap kita. Hal itu tentu saja tidak mudah. Sulit bagi kita untuk memaafkan orang yang pernah menyakiti hati kita. Bila kita tidur dengan menyimpan dendam, tanpa memaafkan orang lain, kita akan tidur dengan membawa penyakit hati. Bahkan mungkin kita tak akan bisa tidur. Sekalipun kita tidur, tidur kita akan memberikan mimpi buruk bagi kita. Penyakit hati itu akan tumbuh dan berkembang ketika kita tidur. Dari penyakit hati itulah lahir penyakit-penyakit jiwa dan penyakit-penyakit fisik. Orang yang stress harus membiasakan diri memohonkan ampunan kepada Allah untuk orang-orang yang membuatnya stress sebelum ia beranjak tidur.&lt;br /&gt;Dalam hadis itu tidak dicontohkan istighfar macam apa yang harus kita baca. Tapi ada satu istighfar yang telah dicontohkan oleh orang tua-orang tua kita di kampung. Biasanya setelah salat maghrib, mereka membaca: “Astaghfirullâhal azhîm lî wa lî wâlidayya wa lî ashâbil huqûqi wajibâti ‘alayya wal masyâikhina wal ikhwâninâ wa li jamî’il muslimîna wal muslimât wal mukminîna wal mukminât, al ahyâiminhum wal amwât. Ya Allah, aku mohon-kan ampunan pada-Mu bagi diriku dan kedua orang tuaku, bagi semua keluarga yang menjadi kewajiban bagiku untuk mengurus mereka. Ampuni juga guru-guru kami, saudara-saudara kami, muslimin dan muslimat, mukminin dan mukminat, baik yang masih hidup maupun yang telah wafat.”&lt;br /&gt;Bila kita amalkan istighfar itu sebelum tidur, paling tidak kita telah meminta ampun untuk orang tua kita. Istighfar kita, insya Allah, akan membuat orang tua kita di alam Barzah senang kepada kita. Istighfar itu pun akan menghibur mereka dalam perjalanan mereka di alam Barzah. Manfaat paling besar dari membaca istighfar adalah menentramkan tidur kita.&lt;br /&gt;Nasihat terakhir dari Rasulullah saw kepada Fathimah adalah, “Sebelum tidur, hendaknya kamu lakukan haji dan umrah.” Bagaimana caranya? Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang membaca subhânallâh wal hamdulillâh wa lâ ilâha ilallâh huwallâhu akbar, ia dinilai sama dengan orang yang melakukan haji dan umrah.”&lt;br /&gt;Menurut Rasulullah saw, barangsiapa yang membaca wirid itu lalu tertidur pulas, kemudian dia bangun kembali, Allah meng-hitung waktu tidurnya sebagai waktu berzikir sehingga orang itu dianggap sebagai orang yang berzikir terus menerus. Tidurnya bukanlah tidur ghaflah, tidur kelalaian, tapi tidur dalam keadaan berzikir. Sebetulnya, bila sebelum tidur kita membaca zikir, tubuh kita akan tertidur tapi ruh kita akan terus berzikir. Sekiranya orang itu terbangun di tengah tidurnya, niscaya dari mulut orang itu akan keluar zikir asma Allah. []&lt;br /&gt;Alkisah, Maulana Jalaluddin Rumi sedang berkumpul bersama para pengikutnya. Tiba-tiba seorang pria lusuh datang dan bergabung di majelis itu. Dari pakaiannya yang kotor dan kumuh, terlihat bahwa ia berasal dari perkampungan miskin. Lelaki itu tak pernah berada di majelis Rumi sebelumnya, tapi ia menunjukkan perhatian yang besar kepada ucapan-ucapan Maulana. Maulana lalu bertanya apakah lelaki itu mempunyai pertanyaan yang hendak ia ajukan.&lt;br /&gt;“Tuanku, aku telah dengar banyak hal yang membingungkan tentang istilah syaikh, murid, ‘asyiq, dan muhib. Dapatkah kau jelas-kan makna istilah-istilah itu?” lelaki itu bertanya.&lt;br /&gt;“Baiklah,” Maulana berkata, “duduklah engkau di sana dan bila telah tiba waktunya, atas izin Allah, aku akan mencoba menjawab-nya.”Pembicaraan di majelis itu pun dilanjutkan. Tiba-tiba Maulana berhenti dan berkata kepada salah seorang pengikutnya, “Anakku, kita mempunyai harta di Spanyol. Maukah kau pergi ke sana dan membawanya kemari?”&lt;br /&gt;Tentu saja pada masa itu, pada abad ketiga belas Masehi, perjalanan ke Spanyol adalah perjalanan yang amat berat dan penuh bahaya. Darwisy pengikut Rumi itu menjawab, “Tuan, aku tak tahu di mana Spanyol itu berada. Bagaimana aku bisa menemukan jalanku ke sana?”&lt;br /&gt;“Ya Tuhan, engkau benar. Saat ini, perjalanan seperti itu hampir tak mungkin dilakukan. Sudahlah, tak apa-apa.” Rumi melanjutkan lagi pembicaraannya. Tapi sejenak kemudian ia berpaling ke salah seorang pengikutnya dan berkata lagi, “Anakku, kita memiliki warisan di Spanyol. Maukah kau pergi ke sana dan mengambilnya?”&lt;br /&gt;“Guru,” sang darwisy menjawab, “bukankah Anda telah mengatakan bahwa hal itu hampir tak mungkin?”&lt;br /&gt;“Oh, kau benar. Di masa ini, hal seperti itu akan luar biasa sulit. Maafkan aku.” Akhirnya, setelah beberapa saat, Maulana menoleh ke arah orang kampung itu dan berkata, “Maukah kau pergi dan mengambilnya?”&lt;br /&gt;Pria miskin itu hanya berkata singkat, “Baiklah.” Ia bangkit dan meminta izin untuk berangkat. Ia berpikir, “Maulana adalah orang hebat. Ia pasti punya alasan yang kuat untuk menyuruhku melakukan hal seperti ini.”&lt;br /&gt;Dan pergilah ia menuju Spanyol. Tak lama setelah ia berjalan, datanglah seorang penunggang kuda dan menawarkan tumpang-an ke arah pelabuhan. Di pelabuhan, lelaki itu menemukan sebuah kapal yang akan bertolak ke Spanyol. Ia bekerja sebagai anak buah di kapal itu. Akhirnya, tibalah ia di Spanyol, ia berkelana ke berbagai kota dan suatu hari, ia bertemu dengan seseorang yang terlihat amat gembira.&lt;br /&gt;“Terima kasih Tuhan,” orang itu berkata, “akhirnya sampai juga kau ke sini. Aku telah menantimu.”Terkejut, pria miskin itu bertanya, “Mengapa?”&lt;br /&gt;“Lho, bukankah kau orang yang dikirim Maulana untuk mengambil harta? Ayo ikut aku ke rumah sekarang.”&lt;br /&gt;Di rumahnya, orang asing itu menge-luarkan dua peti emas milik Maulana dan memberikan beberapa keping uang untuk perjalanan pulang, tapi ia juga mengundang sang pria miskin untuk istirahat beberapa hari di kotanya sebelum kembali.&lt;br /&gt;Keheranan, pria miskin kembali bertanya, “Aku mohon, dapatkah kau jelaskan padaku apa yang telah terjadi?”&lt;br /&gt;“Beberapa tahun yang lalu, aku adalah seorang kapten kapal.” orang asing itu memulai kisahnya. “Suatu hari, kapalku dihantam badai yang ganas. Aku berusaha sekuat tenaga untuk mempertahankan kapal ini agar tak tenggelam, tapi kelihatannya usaha itu sia-sia. Hampir putus asa, aku berdoa. Tiba-tiba aku ingat seorang suci yang tinggal di Anatolia. Ialah kekasih Tuhan yang mampu memberikan pertolongan kepada siapa saja yang meminta-nya. Meski aku tak mengenalnya secara dekat, aku memanggilnya di lubuk hatiku. Segera setelah itu, badai mereda. Lautan kembali tenang. Aku mengangkat kepalaku dengan lega. Di atas tiang kapal, aku melihat seseorang berserban hijau yang berputar-putar dengan agung di atas kepalaku. Aku tak perlu bertanya, aku sudah tahu dialah orang suci yang kupanggil. Aku tak tahu apa yang harus aku persembahkan sebagai rasa terima kasihku, aku lalu menjanjikannya emas-emas ini. Sejak saat itu, aku menjaga harta ini untuknya. Semalam, aku bermimpi bertemu dengannya. Ia memperlihatkan dirimu kepadaku dan menyuruhku memberikan emas itu padamu. Pagi ini, ketika aku keluar rumah, kau adalah orang pertama yang kutemui.”&lt;br /&gt;Orang kampung dari Anatolia itu menerima keramahan kapten kapal, teman dari sang Maulana. Mereka mulai bersahabat. Suatu sore, ketika jalan jalan di kota, orang kampung itu bertemu dengan seorang gadis yang cantik. Saking cantiknya, ia kehabisan kata-kata. Tak tahu apa yang harus dilakukan, ia kembali ke rumah kapten dan berkata bahwa ia telah jatuh cinta dengan si cantik. “Tolonglah aku men-dapatkannya,” ia memohon.&lt;br /&gt;Setelah lama mencari, akhirnya mereka tahu gadis itu adalah putri seorang saudagar kaya. Karena dirinya hanyalah orang asing yang miskin, pria kampung itu sadar bahwa tipis kemungkinan baginya untuk melamar si gadis. Tapi akhirnya kapten berhati mulia memberani-kan dirinya untuk mewakili orang kampung itu pergi menemui ayah si gadis.&lt;br /&gt;Ayah gadis itu berusaha menolak lamaran. Ia pun berpikir, jika ia meminta mahar yang mahal, pria kampung itu takkan sanggup memberikannya. Dan pernikahan itu pun takkan terjadi.&lt;br /&gt;Orang kampung dari Anatolia itu masih memegang harta milik Maulana. Lupa akan tugasnya semula, ia membawa harta itu ke ayah sang gadis. Saudagar itu kini tak mampu menolak lamaran. Pernikahan yang mewah disiapkan.&lt;br /&gt;Setelah menikah, pada malam pertama mereka, pria kampung itu mendengar suara gaib di kegelapan, “Anakku, apakah aku mengirimmu ke tanah asing untuk menikmati semua kenikmatan ini? Tidakkah kau lupa suatu hal?” Ketakutan, pria itu teringat akan tugasnya. Ia menatap istrinya yang cantik dan berkata bahwa ia harus segera kembali.&lt;br /&gt;“Sayang, aku telah berbuat kesalahan yang amat besar. Aku lupa alasan mengapa aku datang ke tempat ini dan aku telah menghilang-kan emas milik Maulana.”&lt;br /&gt;“Apakah suara yang kita dengar itu suara pemilik emas?” istrinya bertanya.&lt;br /&gt;“Jadi kau mendengarnya juga?” dia menjawab.&lt;br /&gt;“Aku akan menemui ayahku dan meminta emas itu kembali.” Istrinya menjawab tanpa ragu.&lt;br /&gt;Tanpa melupakan cintanya kepada anak gadisnya, sang ayah memberikan kembali dua peti emas itu. Bersama istrinya, pria itu kembali ke Anatolia. Perjalanannya panjang dan melelahkan. Tapi atas izin Allah, mereka kembali ke Anatolia, menjumpai Maulana Rumi.&lt;br /&gt;Ia meminta istrinya menunggu di tepi jalan sementara ia masuk ke aula tempat Maulana berkumpul bersama para darwisy-nya. Diam-diam ia duduk di sudut, mengikuti majelis itu, supaya ia tak mengganggu pembicaraan-nya. Setelah beberapa saat, Maulana melihat ke arah pria itu dan berkata, “Anakku, kau ingat? Dulu kau ajukan pertanyaan, dan kini aku baru bisa menjawabnya.”&lt;br /&gt;“Muhib atau seorang teman, adalah seseorang yang mencintai perjalanan menuju Allah, mencintai majelis ini, dan mencintai gurunya, meskipun dia tidak termasuk kelompok para darwisy. Dia mendukung perjalanan ini dengan apa saja yang ia punyai, dengan uangnya, hartanya, atau pun waktunya. Kapten kapal di Spanyol adalah seorang muhib.”&lt;br /&gt;“Murid adalah seseorang yang ketika syaikhnya menyuruh ia melakukan sesuatu, dengan sepenuh hati ia lakukan hal itu. Meskipun perintahnya adalah: Pergi ke Spanyol! Dalam hal ini, murid itu adalah kau.”&lt;br /&gt;“Asyiq atau seorang pencinta adalah ia yang tertarik kepada nyala api dan tak kuasa menolaknya. Ia tidak mengetahui kapan nyala itu berhenti membakarnya. Istrimu, dalam hal ini adalah seorang ‘asyiq.”&lt;br /&gt;“Dan aku pikir, seorang syaikh adalah ia yang memikul semua tugas ini dan mengetahui bahwa Tuhanlah sebenarnya yang melakukan segalanya.” []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8091774-1466593579580153325?l=mulyawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyawan.blogspot.com/feeds/1466593579580153325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8091774&amp;postID=1466593579580153325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/1466593579580153325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/1466593579580153325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyawan.blogspot.com/2008/08/doa-memperoleh-hati-yang-khusyu-kh.html' title=''/><author><name>Muhammad Mulyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05727032271688350107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1NlNFpc_vsI/SJ-29uMNYDI/AAAAAAAAAAU/_RfyHSVruRg/s1600-R/CIMG0070.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8091774.post-110497959218510380</id><published>2005-01-05T18:40:00.000-08:00</published><updated>2005-01-05T18:46:32.186-08:00</updated><title type='text'>Aku orang Aceh!</title><content type='html'>Sebelum 26 desember 2004, orang Aceh adalah saudaraku...aku prihatin atas kemelut perang dan sengketa yang terus menerus melanda tanah rencong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sejak 26 Desember 2004 jam 08.00 AM, aku adalah orang Aceh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasakan betapa telapak kakiku bergetar seirama seluruh dinding dan lantai tanah Aceh.&lt;br /&gt;Aku melihat gulungan ombak dahsyat mulai merancah pantai dan melontarkan kapal-kapal ke daratan. Aku melihat puluhan ribu rakyat di tanahku tersapu dan tergolong ombak.Aku ikut tenggelam bersama mereka!Aku merasakan tiadanya udara yang bisa kuhirup, terombang ambing dalam setetes murka Tuhan. Berliter air laut memenuhi dada kesadaranku. Tak ada yang bisa dimintai tolong, karena yang sejati menolong hanyalah DIA yang sedang menegur kami.Tangisanku menyatu dengan ombak Tsunami&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat gelombang itu tak hanya berhenti di Aceh dan Nias! Sang gelombang juga menyapu seluruh Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua bahkan seluruh Indonesia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku melihat semuanya adalah Aceh dan Nias! bahkan seluruh dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang tersisa, rumah, gedung, pasar, mall, semuanya habis tersapu ombak! Hanya hati yang ada, hanya hati yang berbisik.....kamu adalah orang Aceh dan orang Aceh adalah dirimu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8091774-110497959218510380?l=mulyawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyawan.blogspot.com/feeds/110497959218510380/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8091774&amp;postID=110497959218510380' title='6 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/110497959218510380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/110497959218510380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyawan.blogspot.com/2005/01/aku-orang-aceh.html' title='Aku orang Aceh!'/><author><name>Muhammad Mulyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05727032271688350107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1NlNFpc_vsI/SJ-29uMNYDI/AAAAAAAAAAU/_RfyHSVruRg/s1600-R/CIMG0070.JPG'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8091774.post-109616041196395419</id><published>2004-09-25T17:59:00.000-07:00</published><updated>2004-09-25T18:02:00.056-07:00</updated><title type='text'>Dunia Lain</title><content type='html'>Bismillahi ta’ala&lt;br /&gt;Allahumma Shalli ‘ala Muhammadin wa Alihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku semua,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah nonton acara Dunia Lain di Trans TV ? atau mungkin Kismis ? atau acara lainnya yang hampir ada di semua channel TV Indonesia dan kelihatannya punya rating yang semakin menjanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semalam saya menyaksikan acara Dunia Lain itu. Seperti sebelum-sebelumnya acara ini nyaris tidak menarik perhatian saya kecuali keinginan menyaksikan dan melihat adanya ‘penampakan-penampakan’ yang dilihat dan diceritakan oleh obyektor-obyektor yang menjadi peserta acara tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi malam ini lain. Malam ini pesertanya adalah seorang wanita yang masih muda. Ia kemudian ditempatkan disebuah rumah tua yang katanya banyak ‘penunggunya’. Di menit2 awal penantiannya sepertinya tidak bakal terjadi apa-apa. Tapi mendekati tengah malam. Ia didera ketakutan yang amat sangat. Beberapa buah bunyi, diantaranya batu kerikil yang jatuh, longsoran pasir, suara kucing dan desahan (mirip-mirip katanya) yang seperti memanggil-manggilnya….membuatnya ketakutan, membaca beberapa ayat suci dan berdzikir. Mungkin dengan maksud ‘mengusir’ gangguan itu ataupun menenangkan dirinya. Tapi dari yang saya lihat, wanita itu sangat ketakutan dan akhirnya terganggu kesadaran emosionalnya tatkala Crew TV datang untuk menenangkannya…………..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus terang saya takut sekali setelah itu,bagaimana dengan saya? Mungkin saya akan berani bila diberi tantangan untuk menginap di tempat yang angker sampai subuh…mungkin. Tapi yang membayangi saya sekarang adalah, apakah saya berani nanti bila pada suatu saat, tubuh saya menjadi kaku tak dapat bergerak dan kemudian dimasukkan kesebuah lubang yang sempit dan gelap? Bagaimana bila hal itu terjadi nanti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang pasti adalah hal itu akan terjadi cepat atau lambat! Hal itu adalah sebuah keniscayaan dan saya akan mengalaminya. Jika dalam acara Dunia Lain saya hanya harus menunggu dari jam 22.00 atau 23-.00 malam hingga waktu subuh dan itupun dengan ketakutan yang mungkin sekali datang, maka yang ini adalah penantian yang tidak terbatas dan tidak terjamah oleh hitungan waktu dunia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam acara Dunia Lain, Sang ‘Pengganggu’ itu bisa saja tidak datang, maka yang ini pasti datang dan bahkan mereka akan datang sebelum kaki terakhir di atas kita berjejak pulang meninggalkan kita lalu menanyakan pada kita berbagai pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh kemampuan akal tapi dengan kebeningan hati! Dan bila pertanyaan itu tidak terjawab, apa yang akan terjadi? Ini semakin menakutkan saya……!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam acara Dunia Lain, saya akan paling tidak merasa aman karena adanya kamera ditiap sudut strategis yang dalam waktu cepat kita bisa memanggil crew TV untuk datang dan menenangkan kerisauan saya, maka yang ini adalah penantian di mana belum tentu akan ada pertolongan……&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dalam acara itu, saya paling hanya memerlukan pakaian normal dan juga jaket untuk mengusir dingin dan itu cuman untuk semalam kurang, maka yang ini adalah pakaian yang cuma beberapa lembar untuk dipakai seterusnya menghadapi himpitan tanah, geliat cacing dan bakteri serta panas dari api abadi…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pada acara itu saya berfikir bahwa setelah ini saya akan tenang kembali dan sebentar lagi akan pulang bertemu dengan keluarga, teman dan orang-orang yang saya sayangi, maka saya yakin bahwa yang satu ini memastikan bahwa saya akan terus sendiri tanpa ditemani satupun dari mereka!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba membayangkannya dan menemukan ketakutan yang amat sangat didalamnya. Saya mungkin bisa saja mencoba menguatkan hati dan diri saya dengan berfikir bahwa Tuhan sangat menyayangi saya dan saya akan selamat. Tapi dengan apakah saya bisa memastikannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mungkin sudah membaca beberapa buku, mendengar ceramah atau nasehat dan mungkin juga sudah pernah mengajari orang lain mengenai beberapa hal. Mungkin juga saya sudah belajar banyak ilmu, entah itu akhlak, fikih, filsafat atau apa saja dan mungkin hasil dari ‘bacaan’ itu sudah saya praktekkan ke tataran horizontal dan vertikal. Tapi tetap saja saya tidak bisa membayangkan kepastian apa yang akan terjadi pada saat itu..!! Saya tidak punya kemampuan untuk memprediksikan saya akan diapakan dan dibagaimanakan !! Saya tidak punya kemampuan untuk mengetahui sampai kapan saya akan berada di lubang sempit itu dan sayangnya saya juga tidak tahu seperti apa gelap, sempit dan sepinya di dalam sana. Tapi yang menyebabk! an ketakutan saya yang amat sangat adalah : saya sudah merasa pasti bahwa saya niscaya tidak akan kuat menanggungnya…!!!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah2an saya dianugerahi sedikit kemampuan untuk selalu mengingat ini, mungkin saya tahu apa yang harus saya perbuat untuk mempersiapkan segala sesuatunya bila saat itu tiba nanti. Tapi sekali lagi….SAYA TIDAK AKAN TAHU APA YANG AKAN TERJADI NANTI DI BAWAH SANA DAN SAYA TETAP KETAKUTAN..!!!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma satu hal yang mampu menolong saya di bawah sana, tak ada lagi yang lain…………….&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8091774-109616041196395419?l=mulyawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyawan.blogspot.com/feeds/109616041196395419/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8091774&amp;postID=109616041196395419' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/109616041196395419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/109616041196395419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyawan.blogspot.com/2004/09/dunia-lain.html' title='Dunia Lain'/><author><name>Muhammad Mulyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05727032271688350107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1NlNFpc_vsI/SJ-29uMNYDI/AAAAAAAAAAU/_RfyHSVruRg/s1600-R/CIMG0070.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8091774.post-109610808677011684</id><published>2004-09-25T03:00:00.000-07:00</published><updated>2008-08-10T20:44:33.005-07:00</updated><title type='text'>Doa si pendosa</title><content type='html'>&lt;a href="http://photos1.blogger.com/x/blogger/451/532/1600/438186/untitled.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://photos1.blogger.com/x/blogger/451/532/320/412040/untitled.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Dengan nama ALLAH yang Maha Pengasih dan Maha Sayang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Limpahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad dan keluarga Muhammad......&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Wahai yang Maha Melihat&lt;br /&gt;Wahai yang menciptakan pengetahuan&lt;br /&gt;Wahai yang mengawasi&lt;br /&gt;Wahai Engkau yang mendampingi para pengawas dan meliputi apa yang terlewatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang menembus segala hijab&lt;br /&gt;Wahai yang melihat kegelapan dengan cahaya-NYA yang terang&lt;br /&gt;Wahai yang selalu menemani&lt;br /&gt;Wahai yang senantiasa berada di setiap keberadaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai yang mendengar biji berpecahan dan embun bersentuhan&lt;br /&gt;Wahai yang mendengar semut berjalan&lt;br /&gt;Wahai yang mendengar setiap detakan&lt;br /&gt;Wahai yang mendengar darah mengalir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak pernah tak berada di lingkar-MU&lt;br /&gt;Pengawasan-MU tak akan hilang padaku&lt;br /&gt;Segala sesuatuku terdengar oleh-MU&lt;br /&gt;Detak hati dan jantungku terdengar jauh dari garis paling luar pengetahuan-MU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dosaku tercatat oleh Malaikat-MU,&lt;br /&gt;terpantau oleh para Kekasih-MU&lt;br /&gt;terlihat oleh para makhluk-MU&lt;br /&gt;lalu bagaimanakah dengan-MU?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Tuhanku, janganlah hilangkan ingatanku terhadap dosa-dosaku.&lt;br /&gt;Terangkanlah hatiku, seperti terangnya Matahari tapi sertakanlah ingatanku terhadap dosa-dosaku seperti bayangan yang timbul di terang hari pengampunan-MU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senantiasa gerakkanlah air mataku mengalir karena dosaku&lt;br /&gt;Jadikanlah kesedihanku karena dosaku&lt;br /&gt;Tetapkanlah setiap hari dimulai karena kenangan atas dosaku&lt;br /&gt;Tampakkanlah setiap tempat mengingatknku akan kejahilanku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadikanlah kenangan itu sebagai penghalang keujubanku&lt;br /&gt;perampas ketakaburan dan rasa puas&lt;br /&gt;penghapus iri dan dengki&lt;br /&gt;dan tembok tebal bagi kemaksiatan dan kecurangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciptakanlah kedermawanan dan pertolongan karena mengingat-nya&lt;br /&gt;rendah hati dan penerimaan pada manusia&lt;br /&gt;cinta dan kelapangan kepada makhluk-MU&lt;br /&gt;do'a dan munajat kepada-MU &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Senantiasa sertailah diriku oleh-MU&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Wahai Yang Maha Penyabar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Aku lemah dan berat karena dosa2ku,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Sementara Engkau Maha Menguatkan dan Mengasihi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Ampunilah aku Wahai Yang Maha Mulya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Dengarkanlah seruan dan rintihanku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Sampaikan salam dan rasa maluku pada kekasih-MU Muhammad SAWW dan keluarga beliau yang suci...&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;Taburilah shalawat dan salam kepada beliau dan juga kepada keluarga beliau, shalawat dan salam yang hanya pantas diperuntukkan bagi kekasih-MU yang terjauhkan dari dosa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;color:#003300;"&gt;&lt;span style="font-family:georgia;"&gt;Wahai Yang Mengasihi dari yang paling Pengasih.............&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8091774-109610808677011684?l=mulyawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyawan.blogspot.com/feeds/109610808677011684/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8091774&amp;postID=109610808677011684' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/109610808677011684'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/109610808677011684'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyawan.blogspot.com/2004/09/doa-si-pendosa.html' title='Doa si pendosa'/><author><name>Muhammad Mulyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05727032271688350107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1NlNFpc_vsI/SJ-29uMNYDI/AAAAAAAAAAU/_RfyHSVruRg/s1600-R/CIMG0070.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8091774.post-109356237986218718</id><published>2004-08-26T16:08:00.000-07:00</published><updated>2004-08-26T16:19:39.863-07:00</updated><title type='text'>......ALI</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Terangkatlah tangannya........&lt;br /&gt;Maka beterbanganlah pohon menuju kearahnya....&lt;br /&gt;Sang Nabi berbisik.........&lt;br /&gt;Jejaknya adalah jejak langit.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pemimpin adalah pelayan kaumnya&lt;br /&gt;Tergoreskah kata itu di jantungnya..?&lt;br /&gt;Lidah, pedang, dan asa adalah wujud keadilannya&lt;br /&gt;Namun kerendahan hati membungkusnya erat-erat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia kedewasaan melekat&lt;br /&gt;Sebelum kelahiran bahkan jauh setelah ajalnya&lt;br /&gt;Dia bukan kekasih siapapun&lt;br /&gt;Dia milik Sang Kekasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimatku tak akan pernah menyentuh debu jejakmu&lt;br /&gt;Aku tak pernah bisa mengenalmu...&lt;br /&gt;Namun kenallah aku wahai sang pembeda...&lt;br /&gt;Karena aku ditanganmu....&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8091774-109356237986218718?l=mulyawan.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://mulyawan.blogspot.com/feeds/109356237986218718/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8091774&amp;postID=109356237986218718' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/109356237986218718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8091774/posts/default/109356237986218718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://mulyawan.blogspot.com/2004/08/ali.html' title='......ALI'/><author><name>Muhammad Mulyawan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/05727032271688350107</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_1NlNFpc_vsI/SJ-29uMNYDI/AAAAAAAAAAU/_RfyHSVruRg/s1600-R/CIMG0070.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
